“Tumben
sendirian ? Bukannya baru jadian ? Kenapa dia enggak diajak kesini ? ” Ia
bertanya sambil mengaduk lemon tea yang tadi ia bawa .
“Eggak …, dia
lagi acara keluarga di bandung emang kenapa ndri ? kamu naksir sama dia? ”
Tanyaku sambil sedikit tertawa .
“Enggaklah , aku
masih normal dan suka cewek yee…,” Jawabnya sambil ikut tertawa kecil.
Nama laki –
laki ini Andri , ia temanku dari kecil bisa dibilang kami sangat dekat dalam
segala hal . ia kerja paruh waktu di café ini untuk membantu ekonomi kekauarganya
karena ia hanya tinggal hidup berdua dengan kakaknya , ia orang yang sangat
pendiam tapi sebenarnya ia sangat ramah dan orang yang sangat peduli dengan
orang yang sudah akrab dengan dia . Sebenarnya aku memendam suka pada Andri
tapi aku selalu takut untuk mengungkapkan kalau aku menyukainya , karena aku
takut hal itu malah merusak persahabatan kami .
“Ohh yahh Dina
, aku dapet beasiswa kuliah di jepang loh.” Ujarnya dengan sangat bersemangat .
“Wahh …, bagus
donk kamu bisa ngelanjutin kuliah sambil kerja disana , ke jepang kan juga
impianmu dari dulukan ?” Tanyaku .
“Iya bener ,
itu emang impian aku dari dulu tapi , ada yang masih mengaggu pikiranku kalau aku
benar akan berangkat ke jepang.” Ucapnya dengan wajah sedikit murung .
“Kenapa ? apa kau
khawatir sama kakakmu ?” Tanyaku penasaran .
“Bukan , bukan
itu kakak aku malah mendukung kalau aku pergi ke jepang , dia malah senang
banget kayaknya soalnya gak bakal ada yang ngambil jatah nasinya , hahaha …,”
Jawabnya sambil tertawa , tapi aku bisa melihat sebuah kekhawatiran diwajahnya
yang ia tutupi dengan tawanya .
“Terus kalau
bukan kakakmu , apa yang ngeganjal pikiranmu ?” Tanyaku lagi .
“Apa kamu gak
bakal kesepian kalau aku pergi ? ” Dia malah berbalik bertanya , bertanya
dengan pertanyaan yang sebenarnya juga membuatku ragu untuk menjawabnya .
“Pasti bakalan sepi lah ..., nanti enggak ada lagi yang
bikinin cappuccino latte kesukaan aku lagi di
café ini , cappuccino latte buatanmu kan yang paling enak . ” Jawabku sedikit bercanda dan
kulihat ia hanya tersenyum .
“.......” Ia masih terdiam dan hanya memandangiku .
“Lagian aku juga bukan siapa – siapa kamu yang bisa ngelarang kamu buat pergi , lagian akukan sahabatmu dari kecil masa sih ..., aku mau menghalangi sahabatku untuk menggapai
apa yang jadi impiannya .”
Ujarku sambil menatap matanya .
“Ahh udah – udah ..., ngomongnya jadi kayak gini ..., aku bisa berat nih
perginya , ohhh iyaa aku ada hadiah nih buat kau bentar yaa...,” Dia langsung
berdiri dari bangkunya dan pergi ke dapur .
Dia kembali dengan sebuah buku
yang cukup tebal di
tangannya , ia duduk lagi di bangkunya .
“Aku punya tantangan buat kamu , bisa gak kamu baca novel setebal ini dalam 1 minggu.” Ucapnya sambil menyodorkan novel
yang tadi ia bawa.
“Kalau aku bisa aku dapet apa ? ” Tanyaku .
“Aku traktir kamu buat minum Cappuccino latte kesukaanmu .” Ujarnya dengan nada yang meyakinkan.
“OK ...,cuma seminggu doank gak masalah .” Ujarku
menyanggupi tantangannya .
Setelah aku menyanggupi tantangannya aku langsung pulang
karena ibuku menelponku karena ibuku minta diantar ke tanah abang untuk membeli
pakaian untuk hadiah ulang tahun keponakanku .
Hampir seminggu berlalu sejak aku menerima tantangan dari Andri , novel yang ia
berikan benar – benar sangat menarik . Novel itu bercerita tentang jatuh
bangunnya Hadi sang tokoh utama yang sangat mencintai sahabatnya
Nicky ,
tapi ia takut jika ia mengungkapkan perasaannnya itu malah membuat Nicky
menjadi ragu untuk
meraih impiannya
“Kebahagiaan kita mungkin bukan saat kita bersanding bersama , tapi mungkin saat kita saling melihat bahwa kita sama – sama mencapai kebahagiaan dan impian kita masing – masih bersama yang lain .”
Kalimat itu
merupakan kutipan yang sangat menyentuh dari novel itu , kira – kira apa
maksudnya Andri menghadiahkan novel ini untukku.
Sudah seminggu aku selesai membaca novel ini , dan di halaman terakhir ada secarik kertas dengan
sebuah tulisan “My Last Word.” , dengan cepat aku segera mengambil kertas itu dan membacanya .
Dear Dina
Selamat kalau kamu bisa
menyelesaikan tantangan dariku , tapi kalau tidak bisa berarti kamu
enggak akan dapet traktiran
yang aku janjikan .
Sebenarnya bukan
cuma itu yang mau aku beri tahu kepadamu ,
sebenarnya ini akan jadi surat terakhir yang akan kamu baca dariku , sebenarnya
saat aku bilang aku dapat beasiswa ke jepang itu semua Cuma bohong karena aku
enggak mau bikin kamu khawatir kalau aku benar –benar pergi . untuk selamanya
karena penyakit ini .
Kamu
tahu alasan kenapa aku memberikan novel ini padamu , kalau
kau sudah selesai membaca novel itu kau pasti sudah tahu kalau Hadi tokoh utama
novel itu harus mengalawan egonya untuk memiliki Nicky agar Nicky bisa
menggapai impiannya.
Mungkin cerita itu sedikit mirip dengan apa yang
sedang aku rasakan saat ini , karena aku sudah menyerah pada egoku untuk
memilikimu lebih dari seorang sahabat . Dina aku mencintaimu . Perasaan ini
selalu kupendam karena aku takut itu malah akan merusak hubungan persahabatan
kita .
Aku hanya ingin mengungkapkan semua itu , karena ini
adalah kata – kata terakhir yang akan aku ungkapkan padamu , karena hidupku
mungkin sudah tak lama lagi karena penyakit ini.
Kau tahu kalau aku
bukan orang yang pandai berkata – kata , tapi kata – kata ini datang dari lubuk hatiku yang paling dalam
“ Terima
kasih kau
sudah menjadi matahari yang menerangi setiap hari dalam hidupku
Terima kasih kau sudah menjadi pelangi yang selalu membuat hariku
menjadi berwarna
Walaupun aku tak akan bisa memelukmu lagi ,
memandang wajahmu lagi ,
Aku akan tetap selamanya berada di hatimu
I Love You , today , tomorrow , and always “
From Your Beloved Best Friend ,
Andri.
Tanpa sadar air mataku menetes , aku sadar sesuatu yang seharusnya
aku ungkapkan sejak lama , perasaan ini...,
aku segera berlari keluar dari rumah dan menuju ke café tempat Andri bekerja .
Saat sampai disana keadaannya sedang sepi , aku segera
menemui pemilik café itu yang sedang berada di meja kasir . Saat ia melihatku ia hanya tersenyum
dan memberikanku secangkir Cappuccino latte dan sebuah surat , Aku segera
membaca surat itu . pemilik café itu bilang kalau Andri sudah tidak masuk sejak lima yang lalu
dan ia hanya menitipkan surat ini .
Aku segera berlari menuju rumah
Andri setelah mendengar
itu , sambil terus berusaha melepon handphone Andri , namun tak ada respon
apapun .
Saat aku sampai dirumah Andri , aku
bertemu dengan Kak Indra kakanya Andri , ia menangis melihatku , ia tak berkata
apapun dan hanya memberikan secarik kertas yang tertulis sebuah alamat di sana
, aku langsung pergi ke alamat itu karena Kak Indra tak mau berkata apapun .
Saat aku
sampai di alamat yang tertera di kertas itu , aku hanya bisa terus menahan
tangisku sambil menyusuri tempat itu akhirnya aku terhenti pada satu makam yang
masih sangat baru dibandingkan dengan
makam - makam yang lain .
Air mataku sudah tak bisa lagi di
bendung saat aku melihat nama Andri tertulis di nisan yang menancap di makam
itu ,
aku hanya bisa meratapi perasaan yang tak pernah bisa
tersampaikan ini
perasaan yang seharusnya aku ungkapkan sejak lama , kalau aku , aku mencintai Andri . Aku
hanya bisa menatap sebuah surat Andri yang di berikan pemilik café tadi .
“Ini Cappuccino
latte yang
aku janjikan .
Nikmatilah .”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar