Sabtu, 23 Agustus 2014

Mereka Yang Berjalan Diantara Kita Ch3


  • Chapter 3 : first action 


apa yang akan kulakukan setelah mendengar april berteriak seperti itu , aku ingin kesana tapi aku hanya terdiam dan bingung , terlintas dipikiranku kata-kata april

"... hidup itu penuh dengan pilihan"

apa ini pilihanku hanya terdiam disini sedangkan april mungkin sedang bertarung disana , apa ini yang aku pilih menghindari masalah ,

"...aku lebih menyukai disini dari pada melakukan sesuatu atau pergi ketempat yang tidak kusuka"

aku teringat kata-kata perempuan mahluk penunggu kelasku tadi pagi

"sial....!!"

aku berlari menuju arah april tadi pergi , kulihat april disana terlihat sangat kelelahan dan disana ada banyak sekali perempuan kira-kira ada sekitar 60 orang , mereka semua diselimuti oleh aura hitam

"april kau tidak apa-apa , ada apa dengan perempuan-perempuan ini"

"mereka semua dikendalikan oleh orang disana "

april menunjuk seseorang yang sedang duduk dibangku taman dikelilingi oleh beberapa wanita dikanan kirinya dan ada satu yang duduk dipangkuannya , sepertinya mereka sedang berciuman

"ayoo ladies , bereskan mereka jika kalian ingin bermesraan juga denganku hahaha"

suara itu , apa mungkin dia tapi bagaimana bisa , tidak aku tidak boleh berpikir buruk dulu aku harus memastikannya

"exorsist : curse cutter"

katana april diselimuti asap putih dan membuat pedangnya menjadi putih terang , lalu april mulai menebas perempuan-perempuan itu tapi menembus mereka tanpa membuat mereka terluka sedikit pun , tapi setelah ditebas aura hitam yang menyelimuti perempuan itu menghilang lalu perempuan itu jatuh tak sadarkan diri

tiba-tiba kau ditendang diperut oleh seorang perempuan dan kulihat didepanku ada beberapa perempuan yang siap melawan ku , untung aku lumayan menguasai kendo dan pernah belajar karate , jadi dengan gerakan-gerakanya aku mudah menghindari serangan-serangan para wanita itu

"hyaaa ... !!"

seorang perempuan melompat ingin menendangku dan tepat mengenai wajahku hingga aku tersungkur aku jatuh dan kulihat ada perempuan lagi yang ingin menginjakku tapi untung aku langsung berguling kesamping dan langsung berdiri

"sial kalau saja aku punya senjata seperti april aku pasti akan lebih mudah menyerang"

aku mengepalkan tangan kiriku dan berubah seperti waktu itu , kau mengarahkan tangan ku kepada perempuan-perempuan itu , semoga bisa seperti waktu itu , dan berhasil seperti waktu itu perempuan-perempuan itu tidak bisa bergerak

"bagus. . . !!"

april dengan cepat berlari kearah lima perempuan yang tidak bisa bergerak didepanku dan dengan cepat menebasnya

"bagus tetap seperti ini kau buat mereka tidak bergerak , lalu akan kuselesaikan mereka "

"ok , ayo"

kami terus menggunakan taktik itu sampai semua perempuan-perempuan itu terbebas dari aura hitam yang menyelimutnya , dan hanya tersisa enam perempuan yang sedang bermesraan dengan orang dibangku itu

"kalian ini , sangat menggangu yaa"

ternyata benar suara itu memang suara yang ku kenal dan itu memang ..

"dimas , apa yang kamu lakukan sampai perempuan-perempuan itu begini ?"

"aku hanya ingin menikmati waktuku bersama para perempuan ini jadi jangan kalian ganggu kami sdasar pengganggu"

nada bicara nya , seperti bukan dimas yang kukenal , nada bicaranya jauh berbeda orang didepanku ini seperti orang lain

"ricky ,dimas terkena "kutukan dosa" kutukan dari sifat manusia yang memberikannya kekuatan untuk melakukan hal yang dia inginkan , tapi itu bisa menghisap roh orang yang menggunakanya"

"dengar kan apa yang dikatakan april tadi dimas , itu akan menghisap roh mu"

"diaaamm,kalian tidak mengeti apa-apa , kalian tidak mengerti hal yang aku rasakan"

perempuan yang tadi duduk bersama dimas , semua nya lagsung berdiri dan menyerang kami mereka berbeda dari perempuan-perempuan sebelumnya aura hitam yang menyelimutinya lebih besar , dan pedang april tidak bisa menembus aura hitam itu

"ricky,sadarkan dimas secepatnya,hanya itu yang bisa dilakukan untuk mengehilangkan kutukan itu"

aku langsung berlari menghindari perempuan-perempuan yang ingin menyerang ku dan menuju tempat dimas duduk kutarik , kerah bajunya hingga mata kami saling bertemu , mata dimas yang sekarang bukan dimas yang aku kenal yang selalu ceria dan penuh warna dihidupnya , tapi yang ini terlihat seperti mata hitam yang hanya ada kegelapan disana tanpa cahaya yang menerangi hidupnya

"kenapa kau begini , ini bukan dirimu , ini buka dimas yang aku kenal mana wajah ceria dan senyum itu"

"diam .... kau tidak mengerti apa-apa tentang diriku "

aura hitam yang menyelimuti dimas langsung membesar dan juga ikut menyelimutiku , didalam sini aku bisa merasakan rasa sedih ,kesepian ,penderitaan menjadi satu ,serasa seperti gambaran dari perasaan dimas

kulihat wajah dimas menjadi pucat ,dan mata nya semua putih

"ricky , dia sudah mencapai batasnya jika dia tidak "dibersihkan" sekarang dia tidak akan bisa selamat gunakan ini !!"

april melempar pedangnya pada ku ,karena dia terhalang oleh para perempuan itu ,pedang itu berputar diudara menuju kearaku tapi terjatuh cukup jauh dari tempatku

"dasar lemparanmu payah masih sangat jauh"

"itu lemparan terbaiku tau huhh !!"

aku sedikit kesal dengan lemparan april yang payah itu tapi bagaimana lagi , aku ingin mencoba mengambil pedang itu tapi aku tidak bisa keluar dari pusaran aura hitam ini ,

"jika kau ingin pedang kau juga memilikinya"

terdengar suara lembut seperti suara perempuan tapi itu bukan suara april , itu berasal dari pikiranku tiba-tiba terbayang olehku seorang perempuan bergaun hitam , menjulurkan tangannya kepadaku

"kau butuh kekuatan bukan untuk menolong temanmu ?"

dia tersenyum kecil kepadaku dan masih menjulurkan tangannya kepadaku

"ayo , raihlah"

saat kuraih dan aku membuka mataku ditangan kanan ku sudah kugenggam pedang hitam , setengah dari pedang itu terdapat motif garis bercabang seperti ditangan kiriku , tapi ini datang dari mana , ah sudahlah tidak ada waktu untuk berpikir yang lain , kata apa yang diucapkan oleh april tadi ohh yaa

"exorsist : curse cutter"

pedang hitamku beraura putih dan dengan motifnya yang menyala biru , aku langsung mengarahkan pedangku ke arah dada dimas , saat aku ingin menusuknya aura hitam disekitar dimas berusaha menolak , aura hitamnya bertabrakan dengan aura putih pedangku dan membuat pedang ku seperti batu yang menghalangi aliran air ,

akhirnya pedangku menusuk dada dimas , dan tubuh dimas bergejolak sangat hebat , lalu semuanya putih

putih

putih

putih

dan aku ada disebuah tempat yang luas , dibawahku ada air tapi aku tidak jatuh kedalamnya kulihat dimas ada dibagian yang seluruh wilayahnya sedang hujan aku dekati dia tapi tidak masuk kedalam wilayah yang hujan itu

"yoo dimas-chan , disini sangat sepi yaa ?? bukankah kau tidak suka tempat yang sepi ??"

"ini sepertinya ada didalam hati ku yang sepi , walaupun aku berada di tempat yang sedang ramai hati ku ini masih tetap sepi"

"lalu ?"

"ya , tidak seperti kau yang selalu ada shinta , aku hanya sendirian dan masih tetap sendirian aku selalu terlihat ceria agar aku tidak merasa kesepian ,karena tidak ada yang bisa mengisi kesepian didalam hatiku ini ,walaupun ada 1000 wanita ada didalam pelukakanku tetap tak akan ada yang bisa mengisi hati ku "

langsung kudekati dia dan kurangkul dia lalu dalam sekejab seluruh wilayah yang tadi hujan menjadi cerah ,

"jika kau merasa kesepian , bilang saja pada ku mungkin aku bisa mengenalkanmu kepada beberapa perempuan cantik yang aku kenal dan mungkin kau bisa jatuh cinta nantinya"

"kau ini kan tidak punya teman lagi selain aku , dan shinta hahaha ... , yahh memang kau yang paling mengerti aku ,ricky kau memang teman terbaikku"

dia akhirnya tersenyum kembali , dan itulah wajah dimas yang aku kenal , lalu aku membuka mataku aku sedang duduk dibanku taman , dan kulihat april sedang memangku kepala dimas sepertinya dia sedang melakukan semacam penyembuhan

"ricky kau sudah bangun , ohh yaa terima kasih atas bantuannya aku tidak tau bagaimana jika tidak ada kamu dan aku ingin bertanya kenapa kamu membantuku ? bukankah tadi kau sangat tidak mau membantuku ?"

"aku hanya menjalankan nasihat , seseorang untuk melakukan sesuatu yang aku suka , lagi pula aku tidak suka melihat orang kesulitan karena diriku , jadi aku lebih suka untuk membantunya"

april hanya tersenyum kecil , dan kulihat sepertinya dimas mulai sadar dan membuka matanya , karena kepalanya ada dipangkuan april saat bangun mata dimas langsung bertatapan dengan mata april dan kulihat matanya tidak bisa berkedip dari wajah april

"ricky , apa aku sekarang ada disurga ?"

"ehh , kenapa ?"

"karena aku sedang melihat seorang malaikat didepan mataku"

dia langsung memegang tangan april setelah berbicara seperti itu , wajah april langsung berubah merah mungkin karena malu dipuji sebagai malaikat

"kau ini bicara apa sihh "

april mendorong dimas dari pangkuannya dan jatuh dari bangku taman itu , tapi dimas langsung berdiri dan berlutut sambil memegang tangan april

"ricky , kau jadi lah saksi ku , mulai sekarang aku tidak akan menjadi seorang playboy lagi aku sudah menemukan malaikat yang akan mengisi hatiku sebuha cinta yang tidak akan membuat hati ku sepi lagi mungkinkah ini yang disubut cinta pada pandangan pertama "

april seperti sedang salah tingkah , dan wajahnya yang memerah membuat wajahnya terlihat sangat imut dan malam ini sepertinya adalah malam yang cukup melelahkan , jadi aku langsung meninggalkan dua manusia ini membiarkan mereka merajut tali kasih  , dan langsung pulang

setelah pulang dan memarkirkan motorku dibagasi , aku langsung menuju kamarku untuk berganti pakaian, mandi, dan dilanjutkan hal-hal lainnya ,saat kulewat ruang tamu ibuku sedang menelepon seseorang wajahnya kelihatan sangat senang entah kenapa , aku tidak terlalu memperdulikannya karena ibu memang
orang yang selalu ceria , aku langsung menuju dapur dan mengambil makan lalu ibu mendatangiku sambil tersenyum

"ricky besok akan menjadi hari yang special , karena besok akan ada orang special yang akan datang"

aku hanya diam saja tidak menjawab dan terus memakan makanan ku , jadi kira-kira siapa yang akan datang kerumah apa ..

dia..

dia..

atau dia..

atau ..

ayah ???

Mereka Yang Berjalan Diantara Kita Ch 2


  • chapter 2 : exorsist ??


"aprill ...!!"

Apa yang dilakuakanya melawan dua makhluk besar itu sendirian pula , sepertinya ia tidak mendengar tadi aku berteriak , aku turun dari morotku dan mencoba mencari tempat agar lebih jelas melihat april dan kulihat dua mahluk besar hitam , salah satu nya bertaring panjang dan berkuku panjang , yang satunya seluruh tubuhnya dipenuhi bulu

Kedua mahluk itu sepertinya bodoh karena mereka selalu meleset ketika menyerang april , tapi ketika mengenainya april langsung terpental kebelakang cukup jauh .

salah satu mahluk itu melihatku , berbalik dan mulai mendekatiku .

"apa yang kau lakukan disini , lari..."

tapi entah kenapa kakiku tak mau bergerak aku bergetar , walupun suara april terdengar jelas bagiku untuk lari , menjauh dari tempat ini , tapi kaki ku rasanya seperti kaku tak mau digerakkan apa aku ketakutan , tapi tanpa kusadari mahluk itu sudah didepanku menghantam ku dengan tangan besarnya refleks aku hanya menahan dengan kedua tangan ku tapi aku terpental ,berguling beberapa kali hingga menghantam sebuah pohon , tangan ku sakit sepertinya tangan kanan ku terkilir ,tanganku sakit tidak bisa kugerakkan, hanya tangan kiri ku yang masih bergerak seperti biasa walaupun ada beberapa goresan dan berkucuran dengan darah

mahluk itu sudah ada didepan ku ingin memukulku lagi ,tapi aku menghindarinya kekiri lalu mencoba berlari tapi kakiku sakit ternyata pergelangan kakiku terkilir , keberlari terpincang-pincang kulihat mahluk yang dilawan april hancur terbakar dan berubah manjadi abu .

"awass..!!"

aku melihat kebelakang mahluk itu sudah siap-siap memukul ku ,tapi april tiba-tiba ada didepanku dan menghadang pukulan mahluk itu dan dia yang terkena pukulan itu , dan terpental hingga beberapa meter , tanpa pikir panjang aku langsung berlari kearah april yang terbaring kesakitan

"ricky apa yang kau lakukan disini , cepat lari bodoh .."

"kau yang bodoh bagaimana aku bisa lari meniggalkan kau disini ,kau bisa mati"

april tersenyum kecil , dan dia mencoba untuk berdiri walau ia terliha begitu kesakitan ,kepala ku tiba-tiba sakit sial kenapa disaat seperti ini ,

mahluk itu sudah ada dibelakang ku dan ingin menghantam kami berdua , refleks kau mengakat tangan ku seperti ingin menghentikan mahluk itu , dan entah kenapa aku menutup mataku mugkin karena refleks dari rasa takut ini,tapi tidak terjadi apa-apa aku membuka mata ku dan kulihat sebuah lingkarang dengan motif aneh entah apa dan  mahluk itu berusaha untuk bergerak namun tak bisa , kulihat tangan kiri ku terdapat motif garis bercabang yang menyala warna biru tua , dan di punggung tanganku seperti ada sebuah lambang yang terlihat familiar tapi aku tidak bisa mengingatnya

"bagus tahan seperti itu ..!!"

april berdiri mengankat pedang nya , walaupun kelihatan bahwa badannya kesakitan sesudah dihantam mahluk itu tadi

"exsorsism : blue fire"

pedang april diselimuti api biru yang mulai menjalar keseluruh tubuhnya

"star slash ...!!!"

april menebas mahluk itu dan api dari pedangnya membentuk seperti bintang lalu mahluk itu terbakar dan berubah menjadi abu , lalu april mendekati ku dan pedangnya masuk kedalam sebuah lingakaran seperti yang kulihat di anime fairytail dan hilang , sepertinya itu lingkaran sihir

"mahluk apa itu ? dan kenapa kau melawannya ? apa kau semacam pemburu monster ? dan apa yang terjadi
dengan tangan ku?"

"tenanglah bertanya satu persatu ,pikirkan dulu lukamu itu pertanyaanmu nanti akan ku jawab saat pulang "

tanganku kembali normal dan aku diantar april naik motorku yang tergeletak di pinggir lapangan itu walaupun dihantam mahluk hitam itu hingga terpental april tapi april masih terlihat baik-naik saja sepanjang perjalanan kami hanya diam , tanpa berkata sepatah kata pun ,ketika kami sampai dirumahku kulihat diruang tamu ibuku sedang berbincang dengan seorang perempuan yang sepertinya aku kenal

"yaa ampun ki , kamu kenapa badan kotor begitu "

"ini tante , tadi ricky jatuh dari motor terus tangannya kayanya kekilir jadi gak bisa bawa motor, untung ketemu saya jadi trus saya anter kesini"

april langsung menjawab pertanyaan ibuku , tanpa sempat aku berbicara

"ini loh yang tadi aku kasih tau , anak perempuanku"

seorang perempuan yang sangat familiar wajahnya tapi , aku tidak bisa mengingat namanya ,

"ohh cantik yaa , ohh ya ki itu salim sama mbak vira tante kamu ."

"ini urusin dulu kenapa anaknya , lagi sakit begini juga "

ternyata itu mbak vira pantas aku pernah liat mukanya, memang aku pelupa jadi sering lupa dengan nama orang dan ternyata april itu anaknya mbak vira yaa , tapi kenapa aku gak pernah kenal atau liat yaa padahal mbak vira kan adik kedua ayah ku , kalau ada acara pasti datang seperti saat ayahku menikah lagi 10 tahun yang lalu .

setelah ibuku memanggilkan tukang urut untuk mencoba mengobati tanganku ini sekarang tangaku sudah terasa lebih baik dan tak terlalu sakit lagi , dan aku tau april dan mbak vira ternyata tinggal digang belakang mereka pindah berberapa hari yang lalu , karena terlalu lelah dan tanganku yang sakit ini aku sampai
lupa untuk bertanya tentang mahluk itu dan apa yang sebenarnya yang dilakukan april , tapi lebih baik aku tanya besok saja dan lebih baik sekarang aku istirahat.

pagi ini aku bangun seperti biasa langsung mandi , dan mempersiapkan buku-buku pelajaranku karena tadi malam aku tidak belajar ,karena langsung tidur ,setelah semua rapih dan aku ingin mengeluarkan motorku kulihat april ada didepan rumah

"ki kamu berangkatnya bareng april aja kan tangan kamu masih sakit , lagian kamu berdua satu kelaskan?"

aku menghadap kebelakang dan melihat ibuku ada di depan pintu ,aku tidak bisa memprotes apa-apa lagipula tanganku memang masih sedikit sakit , aku pun membonceng april dibelakang dan april yang mengendarai motorku dijalan aku berpikir untuk bertanya dengan kejadian semalam tapi aku bingung memulai dari mana

"kamu , masih bingung dengan kejadian semalam ??"

"e..iyaa , sebenar nya mahluk hitam besar itu apa ? dan sebenarnya kamu itu apa semacam pembasmi monster ?"

april pun mejawab pertanyaanku dengan panjang lebar tapi intinya adalah mahluk yang semalam april lawan itu adalah semacam hantu , atau arwah tapi biasa disebut phantom , phantom itu adalah sebuah roh yang terjebak diantara dua alam ,alam nyata dan alam ghaib , roh-roh ini dibagi menjadi dua roh yang tidak dapat menyeberang ke alam ghaib dan roh-roh yang memang ada untuk mengusik manusia dan menebarkan energi negatif ,para exsorsist seperti april ini membersihkan roh-roh yang terjebak antara dua alam ini , dan menghancurkan roh-roh yang menebarkan energi negatif tersebut

yaa , paling tidak itu inti dari jawaban april yang sedikit aku mengerti

saat sampai disekolah ,dikelas masih sangat sepi belum ada siapa pun yang datang tapi kulihat sesosok perempuan mengenakan baju pituh terusan dengan rambut panjang menutupi wajah berdiri dipojok kelas

"sepertinya kau sudah bisa melihat mereka yaa ??"

"apa maksudmu aku bisa melihat hal-hal seperti hantu sekarang?"

"yaa sepertinya semenjak kejadian semalam , dan setelah kau mengeluarkan kekuatanmu itu secara tidak langsung kau membuka mata batin mu"

kulihat lagi perempuan dipojok kelas itu ,dia menengok ke arah ku dan tiba-tiba dia sudah ada didepanku , aku dapat melihat wajah pucat nya dibalik rambut yang menutupi wajahnya meski samar-samar , aku merasakan nafas dinginnya terasa jelas dileherku tapi entah kenapa aku hanya terdiam tak bergerak kalau orang lain mungkin akan berteriak dan lari , tapi ada yang aneh denganku , aku tidak merasa takut walaupun aku merasakan kalau badan ku gemetar

"sudah hiraukan saja kalau kau mengehiraukanya ,dia juga akan menghiraukanmu"

aku langsung duduk di bangku ku dan menghiraukan perempuan atau bisa ku bilang mahluk itu yang kembali bergerak atau bisa dibilang mengambang ke pojok kelas dan berdiam disana

"kenapa kau tidak memusnahkan mahluk itu"

"kami para exorsist melakukan 'pembersihan' bukan memusnahkan lagi pula dia tidak menggangu orang-orang dan dia tidak memancarkan energi negatif apa-apa"

"ohh ya ,dengan kekuatan ini apa aku harus menjadi exorsist?"

"itu pilihanmu , aku menjadi exorsist juga merupakan sebuah pilihan , karena hidup itu penuh dengan
pilihan ,  "

pilihan yaa , tapi apa aku harus memilih

kelas semua berjalan normal , hanya sekarang aku memiliki beberapa pamandangan baru dengan mata ku yang sekarang ini , seperti sesosok laki-laki tanpa pakaian yang selalu memegang kaca jendela disamping meja guru , dan anak kecil yang berlari-lari dilorong , hidupku berubah tapi aku tidak merasa tidak ada yang berubah sama sekali entah kenapa aku seperti terbiasa dengan hal ini , walaupun baru pertama kali aku merasakan ini .

sekarang pelajaran olahraga , karena gurunya sakit sebagian murid hanya bermain bola di lapangan tapi untuk ku yang tidak terlalu menyukai bola , hanya menonton dari depan kelas yang berada dilantai dua ini. aku tidak melihat april dari tadi dan juga shinta biasanya kalau pelajaran kosong seperti ini dia hanya
akan duduk disamping ku bermanja-manja , ohh yaa aku lupa menceritakan kalau shinta itu pacar ku , aku sudah pacaran dengannya hampir setahun

"kenapa kau hanya diam disini , kau tidak ikut bermain ?"

suara seorang perempuan dari samping ku memecah kesunyian , kulihat dia mengenakan baju putih terusan dengan rambut panjang sepunggung , aku tidak mengenalnya tapi sepertinya aku ingat sesuatu ,

bukankah dia
.
.
.
.
.
dia
.
.
.
.
dia hantu perempuan yang tadi pagi ada dikelas ...

aku terdiam terlintas dipikaran ku untuk lari tapi tangan ku gemetar , dan aku hanya terpaku melihat perempuan itu ,wajah pucat yang kulihat tadi pagi lebih cerah terkena sinar matahari dan rambut yang tadi menutupi wajahnya tertiup angin hingga seluruh wajahnya terlihat dengan jelas , wajahnya terlihat masih seperti anak SMA

"kau bisa melihatku kan?? seperti perempuan yang duduk disamping mu itu ??"

aku masih terdiam aku tidak bisa berpikir , coba kau bayangkan hantu yang tadi pagi menakutkan ,dan membuat mu merinding ,kini didepan mataku mengajak ngobrol? sungguh tidak masuk akal

"apa kau masih takut dengan yang tadi pagi ? kalau begitu maaf yaa "

"i..i..iya "

aku memberanikan diri ku untuk berbicara walaupun harus tergagap-gagap

"wahhh , senangnya ada yang bisa aku ajak bicara , biasanya mereka yang bisa melihat ku akan ketakutan atau hanya akan mengacuhkanku , tapi sepertinya kau berbeda yaa ."

"kenapa kau masih berada didunia ini apa kau tidak ingin menyeberang kedunia sana ?"

"bagaimana yaa , aku dan sekolah ini sudah seperti memiliki keterikatan , walaupun aku sudah pernah mencoba untuk menyebrang tapi aku merasa lebih nyaman ada disini"

"keterikatan yaa ??"

"yaa , aku lebih menyukai disini dari pada melakukan sesuatu atau pergi ketempat yang tidak kusuka"

"yang kau suka yaa ??"

saat aku ingin berbicara lagi , perempuan itu sudah tidak ada disebelahku lagi ,kulihat dari koridor datang dimas menggandeng dua orang perempuan , dia terliahat sangat senang , kedua perempuan itu terlihat saling berlomba mencari perhatiana dimas

"hai ki , mau ikutan kencan denganku ??"

"bodoh.., memang kau kira aku ini homo apa dasar..."

dua perempuan itu sepertinya sangat tergila-gila dengan dimas , entah sihir apa yang digunakan dimas untuk dapat mencuri perempuan-perempuan itu

"aku duluan yaa ki , aku harus meladeni permintaan para perempuan ini dulu "

mereka pun  pergi kearah kantin sepanjang koridor masih kudengar suara dua peremuan itu merengek dan suara tawa dimas yang terdengar sangat bahagia itu .

ketika bel pulang berbunyi , april sudah menuggu didepan kelas menungguku

"ki , ada sesuatu yang harus kubicarakan"

kami berhenti di sebuah taman yang sepi , april tidak bicara apa-apa dari tadi walaupun dia bilang ada sesuatu yang ingin dia bicaraka tapi dia tetap tak bicara sedikit pun , kami tepat berada didepan taman setelah memarkir motor di dekat situ april memeganng tangan ku , menatap mataku dengan tajam penuh arti

"ada apa ?"

dia terus diam dan hanya menatapku

"aku butuh bantuan mu , tolong pinjamkan kekuatanmu"

"e..e..ehh"

kukira dia akan mengatakan sesuatu yang lain tapi ternyata dia ..

"disana ada energi negatif yang sangat besar , aku tidak pernah merasakan energi sebesar ini aku tidak bisa menghadapinya sendirian"

"tapi aku tidak tau bagaimana , menggunakan kekuatan ini dan aku juga bukan exorsist sepertimu"

"tenang saja aku akan membantumu , yang kau perlukan hanya percaya diri"

"tenang ? percaya diri ? , apa kau bodoh bagaimana kau bisa membuat orang percaya diri kalau kau sendiri tidak melakukannya"

dia hanya terdiam dan kelihatan sangat down saat aku berkata seperti itu

"baiklah kalau begitu"

dia pergi dan langsung berlari ,

dasar bodoh apa yang aku katakan , aku sangat bodoh , dasar egois bagaimana jika april terluka seperti waktu itu , bagaimana kalau dia terluka karena kebodohanku , egoku , kareana rasa takut ku

tapi aku hanya terdiam tidak bergerak , kenapa aku selalu begini saat genting seperti ini aku hanya terpaku , diam , tidak bergerak  apa aku takut , apa aku takut , apa aku takut ,

 apa aku takut ,

 apa aku takut ,

 apa aku takut ,
 
 apa aku takut ,

tiba-tiba aku merasakan suatu tekanan , rasa panas dan dingin bersamaan

"ahhggg...!!"

suara teriakan dari arah taman , itu suara april .

Mereka Yang Berjalan Diantara Kita Ch 1


  • Chapter 1 : the beginning


Hari ini tidak seperti biasa aku sedikit terlambat kesekolah , setelah kuparkirkan motorku aku sedikit berlari kecil kekelas , aku tidak bisa tidur semalam pikiranku entah kenapa begitu gelisah , tak tenang , apa akan terjadi sesuatu ? atau terjadi sesuatu padaku ?

Ahh sudah lah saking sibuknya berpikir aku sampai lupa memperkenalkan diri , aku ricky sanjaya aku sekarang kelas 1 di SMK di kota ku , kalau ku deskripsikan diriku sedikit tinggi , aku 170cm berambut hitam sedikit acak-acakan tanpa model rambut yang jelas aku tidak terlalu peduli dengan gaya rambut ,aku memiliki mata hitam sedikit kecoklatan itu yang orang-orang bilang saat mereka melihat mataku , aku tidak terlalu suka olahraga terutama yang banyak berlari seperti
sepak bola , walaupun aku mengeikuti club bela diri didekat rumahku , tapi itu juga dipaksa oleh ayahku

Aku masuk kekelas dan sudah banyak orang disana

"hoyy ki , tumben banget dateng agak telat kaya gini?"

Suara yang tak asing ditelingaku memanggil dari arah belakang , kulihat seorang laki-laki tinggi putih dengan mata sipit sedang mengemut permen berdiri tepat didepan pintu .

"oyy dimas-chan, pagi-pagi sudah makan permen kaya gitu bisa kena diabetes ntar "

"bersik , kan sudah berkali-kali jangan panggil aku dimas-chan aku itu laki-laki , 100% laki-laki"

"kenapa kan aku gak salah ngomong namamu kan dimas chandrawinata jadi benerkan caraku manggilnya "

"terserahlah ki"

Jawabannya yang seperti itu yang membuat aku sangat suka meledeknya ,dimas itu blasteran indo-jepang ayahnya adalah orang jepang yang sudah lama menjadi warga negara indonesia dan menikah dengan orang jawa tulen dan hasilnya dimas ini

"ki kamu udah PR fisika yang minggu lalu ? liat donk"

"aduh .. lupa lagi"

Dengan cepat aku menoleh kebelakang ku pandanganku tertuju pada seorang cewek dengan rambut hitam terurai panjang dengan poni yang menutupi dahinya yang sedang membaca sebuah novel tebal , dengan kacamata hitam full framenya dia kelihatan begitu anggun

"shin kamu udah PR fisika minggu lalu ? aku liat donk "

Ia menutup novel yang ia baca dan membenarkan kacamatanya lalu mentapku dengan tajam seperti guru killer yang menatap murid bandel yang tidak pernah mengerjakan PR darinya , sepertinya deskrpisi seperti itu cocok untuknya dia shinta mutia , dia murid yang ditunjuk wali kelas sebagai ketua kelas ini
sangat ketat dalam menjalankan peraturan sekolah kepada semua siswa , tapi dengan ku itu pengecualian dia teman masa kecilku jadi bila dia macam-macam dengan ku akan aku bocorkan semua rahasia saat dia masih kecil hahaha....

"nih, untung masih pagi aku jadi masih baik"

Dimas langsung duduk dibangku kosong disebelah ku dan sudah siap dengan buku nya , lalu kulihat shinta menyeret kursinya kedepan mejaku , sambil menyalin PR nya aku mendengarkan dia bicara yah cewek cerewet ini menceramahi ku untuk megerjakan PR ku dirumah , belajar dan sebagainya
sudah lebih dari 10 tahun mendengarkan ceramah si cerewet ini jadi kuping ku sudah kebal tapi untuk yang baru kenal mungkin beda ceritanya

"heey ki , tau gak katanya ada murid pindahan baru hari ini mau dateng "

"terus kenapa ?"

Aku tidak terlalu peduli dengan hal-hal seperti itu aku lebih memikir kan hal yang lebih penting dari itu seperti menyelesaikan PR ini.

"muridnya cewek apa cowok ???"

Dimas menjawab dengan antusiasme yang luar biasa , dia memang seperti itu sangat sangat playboy dia tidak bisa melihat ada cewek cantik mau itu tua atau muda pasti selalu dia godaiin dan kudengar minggu lalu ia baru memcari kakak kelas , padahal baru sekitar dua minggu dia diputusin pacarnya

"entahlah"

Tak berapa lama walikelas pun datang hari ini pelajaran pertama pelajaran walikelas , yaitu fisika setelah masuk dan menaruh tasnya wali kelas ku bu indah berdiri didepan kelas

"kalian akan punya teman baru dia pidahan dari luar kota , ini .. ehh mana dia "

"maaf bu tadi saya ngikat tali sepatu saya dulu"

Terdengar suara seorang perempuan dari balik pintu , dan perempuan itu masuk kedalam dengan disambut mata para murid lain yang memperhatikannya perempuan itu tinggi putih dengan rambut hitam panjang diikat kebelakang dia berhenti disamping wali kelasku dan menghadap kearah murid lalu memperkenalkan dirinya

"namaku aprilia jasmine , bisa di panggilapril , lia , atau jasmine tapi aku lebih suka dipanggil april"

nama nya seperti nama artis yang sering kudengar diTV , Semua mata dikelas mengarah kepada dia , dengan senyuman kecil yang manis yang pasti membuat semua laki-laki jatuh hati padanya , walikelas ku menyuruhnya duduk satu meja dengan ku, entah ini sebuah kebetulan atau memang ini keberuntungan untukku sebulan yang lalu temanku yang duduk satu meja dengan ku pindah sekolah untuk beberapa alasan yang tidak ku tau

kulihat shinta yang duduk dibelakang ku memperkenalkan diri pada anak baru itu , kalau aku dari pada sibuk dengannnya lebih baik aku mengeluarkan buku pelajaranku

"aku aprilia jasmine , kamu?"

Aku menjabat tangannya halus itu yang sudah menjulur dari tadi , tapi ada yang berbeda dengan perempuan ini , genggamannya sangat kuat , sepertinya dia seorang atlit atau semacam nya .

"aku ricky , ricky sanjaya"

Dia hanya tersenyum kecil dan langsung memalingkan wajahnya lalu mengeluarkan buku catatannya , perkenalan yang singkat setelah itu tak ada lagi yang special untuk diceritkan , kami hanya belajar seperti biasa dan anak baru ini tidak berbicara sedikit pun pada ku , dia hanya ngobrol dengan shinta dibangku belakang apa aku begitu seram hingga dia tidak mau bicara padaku , ahh sudahlah

Saat istirahat anak sekelas langsung menghampirinya untuk berkenalan dengannya , aku langsung saja mengambil bekal ku dan memakannya di bangku sebelah dimas yang sedang memainkan handphonenya sambil senyum-senyum

"sms-an sama pacar ? gak ikut kenalan ? biasanya kalau ada cewek langsung di godaiin"

"ini masih PDKT blom pacaran jadi harus intensif sms-annya"

"ohh , yaudah "

Setelah selesai memakan makanan ku , tiba-tiba kepala ku sakit , pusing ada apa ini sambil terus memegang kepalaku ini aku mencoba berdiri

"kenapa ki , sakit ?"

Shinta yang melihat ku nampaknya sangat khawatir , dan sakit kepala ini berangsur-angsur mulai menghilang

"gak papa ko shin, dah gak sakit lagi"

Akhir-akhir ini entah kenapa kepala ku sering sakit dan pusing secara tiba-tiba dan langsung hilang begitu saja .

Pelajaran berakhir dan semuanya sudah bersiap-siap pulang , tapi aku tidak langsung pulang aku langsung pergi keruangan eskul ku , hari ini aku harus mengganti mading yang sudah seminggu belum diganti . setelah selesai dan aku pun berjalan menuju tepat parkir , tiba-tiba kepala ku pusing dan aku berjalan sambil menundukkan kepala , tapi tiba-tiba aku menabrak seseorang ketika kulihat kedepan sesosok tinggi dengan baju putih dan ternyata itu..

"kamu ngapain , jam segini masih disekolah ?"

"tadi habis masang mading dulu pak ."

Ternyata satpam sekolah yang sepertinya sedang berkeliling sekolah ingin mengunci kelas-kelas , dapat kuketahui dari kumpulan kunci yang dia pegang .

"hati-hati loh kalo udah gelap disini itu suka ada penampakan-penampakan gitu hiiihhh"

Satpam itu berbicara dengan nada seperti ingin menakut-nakuti , tapi sepertinya itu tidak berhasil karena aku orang yang tidak percaya dengan hantu dan hal-hal ghaib seperti itu lalu dengan ekspresi muka yang datar aku langsung pergi meninggalkanya , dia hanya tertawa kecil sambil kembali berjalan mengelilingi sekolah

Kukendarai motor matic ku menuju rumah jalan sudah sepi dan aku berjalan melewati sebuah lapangan besar dan tiba-tiba seorang perempuan menyebrang atau lebih tepatnya melompat didepanku , diikuti dua buah mahluk hitam besar yang sepertinya mengejar perempuan itu , aku berhenti dan langsung melihat perempuan itu mengeluarkan seperti sebuah katana dan mulai melawan dua buah mahkluk itu

Tapi ..

Setelah ku perhatikan dengan jelas aku seperti mengenal perempuan itu ,

Perempuan itu ..
.
.
.
.
"april..!!"