Sabtu, 23 Agustus 2014

Mereka Yang Berjalan Diantara Kita Ch 2


  • chapter 2 : exorsist ??


"aprill ...!!"

Apa yang dilakuakanya melawan dua makhluk besar itu sendirian pula , sepertinya ia tidak mendengar tadi aku berteriak , aku turun dari morotku dan mencoba mencari tempat agar lebih jelas melihat april dan kulihat dua mahluk besar hitam , salah satu nya bertaring panjang dan berkuku panjang , yang satunya seluruh tubuhnya dipenuhi bulu

Kedua mahluk itu sepertinya bodoh karena mereka selalu meleset ketika menyerang april , tapi ketika mengenainya april langsung terpental kebelakang cukup jauh .

salah satu mahluk itu melihatku , berbalik dan mulai mendekatiku .

"apa yang kau lakukan disini , lari..."

tapi entah kenapa kakiku tak mau bergerak aku bergetar , walupun suara april terdengar jelas bagiku untuk lari , menjauh dari tempat ini , tapi kaki ku rasanya seperti kaku tak mau digerakkan apa aku ketakutan , tapi tanpa kusadari mahluk itu sudah didepanku menghantam ku dengan tangan besarnya refleks aku hanya menahan dengan kedua tangan ku tapi aku terpental ,berguling beberapa kali hingga menghantam sebuah pohon , tangan ku sakit sepertinya tangan kanan ku terkilir ,tanganku sakit tidak bisa kugerakkan, hanya tangan kiri ku yang masih bergerak seperti biasa walaupun ada beberapa goresan dan berkucuran dengan darah

mahluk itu sudah ada didepan ku ingin memukulku lagi ,tapi aku menghindarinya kekiri lalu mencoba berlari tapi kakiku sakit ternyata pergelangan kakiku terkilir , keberlari terpincang-pincang kulihat mahluk yang dilawan april hancur terbakar dan berubah manjadi abu .

"awass..!!"

aku melihat kebelakang mahluk itu sudah siap-siap memukul ku ,tapi april tiba-tiba ada didepanku dan menghadang pukulan mahluk itu dan dia yang terkena pukulan itu , dan terpental hingga beberapa meter , tanpa pikir panjang aku langsung berlari kearah april yang terbaring kesakitan

"ricky apa yang kau lakukan disini , cepat lari bodoh .."

"kau yang bodoh bagaimana aku bisa lari meniggalkan kau disini ,kau bisa mati"

april tersenyum kecil , dan dia mencoba untuk berdiri walau ia terliha begitu kesakitan ,kepala ku tiba-tiba sakit sial kenapa disaat seperti ini ,

mahluk itu sudah ada dibelakang ku dan ingin menghantam kami berdua , refleks kau mengakat tangan ku seperti ingin menghentikan mahluk itu , dan entah kenapa aku menutup mataku mugkin karena refleks dari rasa takut ini,tapi tidak terjadi apa-apa aku membuka mata ku dan kulihat sebuah lingkarang dengan motif aneh entah apa dan  mahluk itu berusaha untuk bergerak namun tak bisa , kulihat tangan kiri ku terdapat motif garis bercabang yang menyala warna biru tua , dan di punggung tanganku seperti ada sebuah lambang yang terlihat familiar tapi aku tidak bisa mengingatnya

"bagus tahan seperti itu ..!!"

april berdiri mengankat pedang nya , walaupun kelihatan bahwa badannya kesakitan sesudah dihantam mahluk itu tadi

"exsorsism : blue fire"

pedang april diselimuti api biru yang mulai menjalar keseluruh tubuhnya

"star slash ...!!!"

april menebas mahluk itu dan api dari pedangnya membentuk seperti bintang lalu mahluk itu terbakar dan berubah menjadi abu , lalu april mendekati ku dan pedangnya masuk kedalam sebuah lingakaran seperti yang kulihat di anime fairytail dan hilang , sepertinya itu lingkaran sihir

"mahluk apa itu ? dan kenapa kau melawannya ? apa kau semacam pemburu monster ? dan apa yang terjadi
dengan tangan ku?"

"tenanglah bertanya satu persatu ,pikirkan dulu lukamu itu pertanyaanmu nanti akan ku jawab saat pulang "

tanganku kembali normal dan aku diantar april naik motorku yang tergeletak di pinggir lapangan itu walaupun dihantam mahluk hitam itu hingga terpental april tapi april masih terlihat baik-naik saja sepanjang perjalanan kami hanya diam , tanpa berkata sepatah kata pun ,ketika kami sampai dirumahku kulihat diruang tamu ibuku sedang berbincang dengan seorang perempuan yang sepertinya aku kenal

"yaa ampun ki , kamu kenapa badan kotor begitu "

"ini tante , tadi ricky jatuh dari motor terus tangannya kayanya kekilir jadi gak bisa bawa motor, untung ketemu saya jadi trus saya anter kesini"

april langsung menjawab pertanyaan ibuku , tanpa sempat aku berbicara

"ini loh yang tadi aku kasih tau , anak perempuanku"

seorang perempuan yang sangat familiar wajahnya tapi , aku tidak bisa mengingat namanya ,

"ohh cantik yaa , ohh ya ki itu salim sama mbak vira tante kamu ."

"ini urusin dulu kenapa anaknya , lagi sakit begini juga "

ternyata itu mbak vira pantas aku pernah liat mukanya, memang aku pelupa jadi sering lupa dengan nama orang dan ternyata april itu anaknya mbak vira yaa , tapi kenapa aku gak pernah kenal atau liat yaa padahal mbak vira kan adik kedua ayah ku , kalau ada acara pasti datang seperti saat ayahku menikah lagi 10 tahun yang lalu .

setelah ibuku memanggilkan tukang urut untuk mencoba mengobati tanganku ini sekarang tangaku sudah terasa lebih baik dan tak terlalu sakit lagi , dan aku tau april dan mbak vira ternyata tinggal digang belakang mereka pindah berberapa hari yang lalu , karena terlalu lelah dan tanganku yang sakit ini aku sampai
lupa untuk bertanya tentang mahluk itu dan apa yang sebenarnya yang dilakukan april , tapi lebih baik aku tanya besok saja dan lebih baik sekarang aku istirahat.

pagi ini aku bangun seperti biasa langsung mandi , dan mempersiapkan buku-buku pelajaranku karena tadi malam aku tidak belajar ,karena langsung tidur ,setelah semua rapih dan aku ingin mengeluarkan motorku kulihat april ada didepan rumah

"ki kamu berangkatnya bareng april aja kan tangan kamu masih sakit , lagian kamu berdua satu kelaskan?"

aku menghadap kebelakang dan melihat ibuku ada di depan pintu ,aku tidak bisa memprotes apa-apa lagipula tanganku memang masih sedikit sakit , aku pun membonceng april dibelakang dan april yang mengendarai motorku dijalan aku berpikir untuk bertanya dengan kejadian semalam tapi aku bingung memulai dari mana

"kamu , masih bingung dengan kejadian semalam ??"

"e..iyaa , sebenar nya mahluk hitam besar itu apa ? dan sebenarnya kamu itu apa semacam pembasmi monster ?"

april pun mejawab pertanyaanku dengan panjang lebar tapi intinya adalah mahluk yang semalam april lawan itu adalah semacam hantu , atau arwah tapi biasa disebut phantom , phantom itu adalah sebuah roh yang terjebak diantara dua alam ,alam nyata dan alam ghaib , roh-roh ini dibagi menjadi dua roh yang tidak dapat menyeberang ke alam ghaib dan roh-roh yang memang ada untuk mengusik manusia dan menebarkan energi negatif ,para exsorsist seperti april ini membersihkan roh-roh yang terjebak antara dua alam ini , dan menghancurkan roh-roh yang menebarkan energi negatif tersebut

yaa , paling tidak itu inti dari jawaban april yang sedikit aku mengerti

saat sampai disekolah ,dikelas masih sangat sepi belum ada siapa pun yang datang tapi kulihat sesosok perempuan mengenakan baju pituh terusan dengan rambut panjang menutupi wajah berdiri dipojok kelas

"sepertinya kau sudah bisa melihat mereka yaa ??"

"apa maksudmu aku bisa melihat hal-hal seperti hantu sekarang?"

"yaa sepertinya semenjak kejadian semalam , dan setelah kau mengeluarkan kekuatanmu itu secara tidak langsung kau membuka mata batin mu"

kulihat lagi perempuan dipojok kelas itu ,dia menengok ke arah ku dan tiba-tiba dia sudah ada didepanku , aku dapat melihat wajah pucat nya dibalik rambut yang menutupi wajahnya meski samar-samar , aku merasakan nafas dinginnya terasa jelas dileherku tapi entah kenapa aku hanya terdiam tak bergerak kalau orang lain mungkin akan berteriak dan lari , tapi ada yang aneh denganku , aku tidak merasa takut walaupun aku merasakan kalau badan ku gemetar

"sudah hiraukan saja kalau kau mengehiraukanya ,dia juga akan menghiraukanmu"

aku langsung duduk di bangku ku dan menghiraukan perempuan atau bisa ku bilang mahluk itu yang kembali bergerak atau bisa dibilang mengambang ke pojok kelas dan berdiam disana

"kenapa kau tidak memusnahkan mahluk itu"

"kami para exorsist melakukan 'pembersihan' bukan memusnahkan lagi pula dia tidak menggangu orang-orang dan dia tidak memancarkan energi negatif apa-apa"

"ohh ya ,dengan kekuatan ini apa aku harus menjadi exorsist?"

"itu pilihanmu , aku menjadi exorsist juga merupakan sebuah pilihan , karena hidup itu penuh dengan
pilihan ,  "

pilihan yaa , tapi apa aku harus memilih

kelas semua berjalan normal , hanya sekarang aku memiliki beberapa pamandangan baru dengan mata ku yang sekarang ini , seperti sesosok laki-laki tanpa pakaian yang selalu memegang kaca jendela disamping meja guru , dan anak kecil yang berlari-lari dilorong , hidupku berubah tapi aku tidak merasa tidak ada yang berubah sama sekali entah kenapa aku seperti terbiasa dengan hal ini , walaupun baru pertama kali aku merasakan ini .

sekarang pelajaran olahraga , karena gurunya sakit sebagian murid hanya bermain bola di lapangan tapi untuk ku yang tidak terlalu menyukai bola , hanya menonton dari depan kelas yang berada dilantai dua ini. aku tidak melihat april dari tadi dan juga shinta biasanya kalau pelajaran kosong seperti ini dia hanya
akan duduk disamping ku bermanja-manja , ohh yaa aku lupa menceritakan kalau shinta itu pacar ku , aku sudah pacaran dengannya hampir setahun

"kenapa kau hanya diam disini , kau tidak ikut bermain ?"

suara seorang perempuan dari samping ku memecah kesunyian , kulihat dia mengenakan baju putih terusan dengan rambut panjang sepunggung , aku tidak mengenalnya tapi sepertinya aku ingat sesuatu ,

bukankah dia
.
.
.
.
.
dia
.
.
.
.
dia hantu perempuan yang tadi pagi ada dikelas ...

aku terdiam terlintas dipikaran ku untuk lari tapi tangan ku gemetar , dan aku hanya terpaku melihat perempuan itu ,wajah pucat yang kulihat tadi pagi lebih cerah terkena sinar matahari dan rambut yang tadi menutupi wajahnya tertiup angin hingga seluruh wajahnya terlihat dengan jelas , wajahnya terlihat masih seperti anak SMA

"kau bisa melihatku kan?? seperti perempuan yang duduk disamping mu itu ??"

aku masih terdiam aku tidak bisa berpikir , coba kau bayangkan hantu yang tadi pagi menakutkan ,dan membuat mu merinding ,kini didepan mataku mengajak ngobrol? sungguh tidak masuk akal

"apa kau masih takut dengan yang tadi pagi ? kalau begitu maaf yaa "

"i..i..iya "

aku memberanikan diri ku untuk berbicara walaupun harus tergagap-gagap

"wahhh , senangnya ada yang bisa aku ajak bicara , biasanya mereka yang bisa melihat ku akan ketakutan atau hanya akan mengacuhkanku , tapi sepertinya kau berbeda yaa ."

"kenapa kau masih berada didunia ini apa kau tidak ingin menyeberang kedunia sana ?"

"bagaimana yaa , aku dan sekolah ini sudah seperti memiliki keterikatan , walaupun aku sudah pernah mencoba untuk menyebrang tapi aku merasa lebih nyaman ada disini"

"keterikatan yaa ??"

"yaa , aku lebih menyukai disini dari pada melakukan sesuatu atau pergi ketempat yang tidak kusuka"

"yang kau suka yaa ??"

saat aku ingin berbicara lagi , perempuan itu sudah tidak ada disebelahku lagi ,kulihat dari koridor datang dimas menggandeng dua orang perempuan , dia terliahat sangat senang , kedua perempuan itu terlihat saling berlomba mencari perhatiana dimas

"hai ki , mau ikutan kencan denganku ??"

"bodoh.., memang kau kira aku ini homo apa dasar..."

dua perempuan itu sepertinya sangat tergila-gila dengan dimas , entah sihir apa yang digunakan dimas untuk dapat mencuri perempuan-perempuan itu

"aku duluan yaa ki , aku harus meladeni permintaan para perempuan ini dulu "

mereka pun  pergi kearah kantin sepanjang koridor masih kudengar suara dua peremuan itu merengek dan suara tawa dimas yang terdengar sangat bahagia itu .

ketika bel pulang berbunyi , april sudah menuggu didepan kelas menungguku

"ki , ada sesuatu yang harus kubicarakan"

kami berhenti di sebuah taman yang sepi , april tidak bicara apa-apa dari tadi walaupun dia bilang ada sesuatu yang ingin dia bicaraka tapi dia tetap tak bicara sedikit pun , kami tepat berada didepan taman setelah memarkir motor di dekat situ april memeganng tangan ku , menatap mataku dengan tajam penuh arti

"ada apa ?"

dia terus diam dan hanya menatapku

"aku butuh bantuan mu , tolong pinjamkan kekuatanmu"

"e..e..ehh"

kukira dia akan mengatakan sesuatu yang lain tapi ternyata dia ..

"disana ada energi negatif yang sangat besar , aku tidak pernah merasakan energi sebesar ini aku tidak bisa menghadapinya sendirian"

"tapi aku tidak tau bagaimana , menggunakan kekuatan ini dan aku juga bukan exorsist sepertimu"

"tenang saja aku akan membantumu , yang kau perlukan hanya percaya diri"

"tenang ? percaya diri ? , apa kau bodoh bagaimana kau bisa membuat orang percaya diri kalau kau sendiri tidak melakukannya"

dia hanya terdiam dan kelihatan sangat down saat aku berkata seperti itu

"baiklah kalau begitu"

dia pergi dan langsung berlari ,

dasar bodoh apa yang aku katakan , aku sangat bodoh , dasar egois bagaimana jika april terluka seperti waktu itu , bagaimana kalau dia terluka karena kebodohanku , egoku , kareana rasa takut ku

tapi aku hanya terdiam tidak bergerak , kenapa aku selalu begini saat genting seperti ini aku hanya terpaku , diam , tidak bergerak  apa aku takut , apa aku takut , apa aku takut ,

 apa aku takut ,

 apa aku takut ,

 apa aku takut ,
 
 apa aku takut ,

tiba-tiba aku merasakan suatu tekanan , rasa panas dan dingin bersamaan

"ahhggg...!!"

suara teriakan dari arah taman , itu suara april .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar