Sabtu, 23 Agustus 2014

Mereka Yang Berjalan Diantara Kita Ch 1


  • Chapter 1 : the beginning


Hari ini tidak seperti biasa aku sedikit terlambat kesekolah , setelah kuparkirkan motorku aku sedikit berlari kecil kekelas , aku tidak bisa tidur semalam pikiranku entah kenapa begitu gelisah , tak tenang , apa akan terjadi sesuatu ? atau terjadi sesuatu padaku ?

Ahh sudah lah saking sibuknya berpikir aku sampai lupa memperkenalkan diri , aku ricky sanjaya aku sekarang kelas 1 di SMK di kota ku , kalau ku deskripsikan diriku sedikit tinggi , aku 170cm berambut hitam sedikit acak-acakan tanpa model rambut yang jelas aku tidak terlalu peduli dengan gaya rambut ,aku memiliki mata hitam sedikit kecoklatan itu yang orang-orang bilang saat mereka melihat mataku , aku tidak terlalu suka olahraga terutama yang banyak berlari seperti
sepak bola , walaupun aku mengeikuti club bela diri didekat rumahku , tapi itu juga dipaksa oleh ayahku

Aku masuk kekelas dan sudah banyak orang disana

"hoyy ki , tumben banget dateng agak telat kaya gini?"

Suara yang tak asing ditelingaku memanggil dari arah belakang , kulihat seorang laki-laki tinggi putih dengan mata sipit sedang mengemut permen berdiri tepat didepan pintu .

"oyy dimas-chan, pagi-pagi sudah makan permen kaya gitu bisa kena diabetes ntar "

"bersik , kan sudah berkali-kali jangan panggil aku dimas-chan aku itu laki-laki , 100% laki-laki"

"kenapa kan aku gak salah ngomong namamu kan dimas chandrawinata jadi benerkan caraku manggilnya "

"terserahlah ki"

Jawabannya yang seperti itu yang membuat aku sangat suka meledeknya ,dimas itu blasteran indo-jepang ayahnya adalah orang jepang yang sudah lama menjadi warga negara indonesia dan menikah dengan orang jawa tulen dan hasilnya dimas ini

"ki kamu udah PR fisika yang minggu lalu ? liat donk"

"aduh .. lupa lagi"

Dengan cepat aku menoleh kebelakang ku pandanganku tertuju pada seorang cewek dengan rambut hitam terurai panjang dengan poni yang menutupi dahinya yang sedang membaca sebuah novel tebal , dengan kacamata hitam full framenya dia kelihatan begitu anggun

"shin kamu udah PR fisika minggu lalu ? aku liat donk "

Ia menutup novel yang ia baca dan membenarkan kacamatanya lalu mentapku dengan tajam seperti guru killer yang menatap murid bandel yang tidak pernah mengerjakan PR darinya , sepertinya deskrpisi seperti itu cocok untuknya dia shinta mutia , dia murid yang ditunjuk wali kelas sebagai ketua kelas ini
sangat ketat dalam menjalankan peraturan sekolah kepada semua siswa , tapi dengan ku itu pengecualian dia teman masa kecilku jadi bila dia macam-macam dengan ku akan aku bocorkan semua rahasia saat dia masih kecil hahaha....

"nih, untung masih pagi aku jadi masih baik"

Dimas langsung duduk dibangku kosong disebelah ku dan sudah siap dengan buku nya , lalu kulihat shinta menyeret kursinya kedepan mejaku , sambil menyalin PR nya aku mendengarkan dia bicara yah cewek cerewet ini menceramahi ku untuk megerjakan PR ku dirumah , belajar dan sebagainya
sudah lebih dari 10 tahun mendengarkan ceramah si cerewet ini jadi kuping ku sudah kebal tapi untuk yang baru kenal mungkin beda ceritanya

"heey ki , tau gak katanya ada murid pindahan baru hari ini mau dateng "

"terus kenapa ?"

Aku tidak terlalu peduli dengan hal-hal seperti itu aku lebih memikir kan hal yang lebih penting dari itu seperti menyelesaikan PR ini.

"muridnya cewek apa cowok ???"

Dimas menjawab dengan antusiasme yang luar biasa , dia memang seperti itu sangat sangat playboy dia tidak bisa melihat ada cewek cantik mau itu tua atau muda pasti selalu dia godaiin dan kudengar minggu lalu ia baru memcari kakak kelas , padahal baru sekitar dua minggu dia diputusin pacarnya

"entahlah"

Tak berapa lama walikelas pun datang hari ini pelajaran pertama pelajaran walikelas , yaitu fisika setelah masuk dan menaruh tasnya wali kelas ku bu indah berdiri didepan kelas

"kalian akan punya teman baru dia pidahan dari luar kota , ini .. ehh mana dia "

"maaf bu tadi saya ngikat tali sepatu saya dulu"

Terdengar suara seorang perempuan dari balik pintu , dan perempuan itu masuk kedalam dengan disambut mata para murid lain yang memperhatikannya perempuan itu tinggi putih dengan rambut hitam panjang diikat kebelakang dia berhenti disamping wali kelasku dan menghadap kearah murid lalu memperkenalkan dirinya

"namaku aprilia jasmine , bisa di panggilapril , lia , atau jasmine tapi aku lebih suka dipanggil april"

nama nya seperti nama artis yang sering kudengar diTV , Semua mata dikelas mengarah kepada dia , dengan senyuman kecil yang manis yang pasti membuat semua laki-laki jatuh hati padanya , walikelas ku menyuruhnya duduk satu meja dengan ku, entah ini sebuah kebetulan atau memang ini keberuntungan untukku sebulan yang lalu temanku yang duduk satu meja dengan ku pindah sekolah untuk beberapa alasan yang tidak ku tau

kulihat shinta yang duduk dibelakang ku memperkenalkan diri pada anak baru itu , kalau aku dari pada sibuk dengannnya lebih baik aku mengeluarkan buku pelajaranku

"aku aprilia jasmine , kamu?"

Aku menjabat tangannya halus itu yang sudah menjulur dari tadi , tapi ada yang berbeda dengan perempuan ini , genggamannya sangat kuat , sepertinya dia seorang atlit atau semacam nya .

"aku ricky , ricky sanjaya"

Dia hanya tersenyum kecil dan langsung memalingkan wajahnya lalu mengeluarkan buku catatannya , perkenalan yang singkat setelah itu tak ada lagi yang special untuk diceritkan , kami hanya belajar seperti biasa dan anak baru ini tidak berbicara sedikit pun pada ku , dia hanya ngobrol dengan shinta dibangku belakang apa aku begitu seram hingga dia tidak mau bicara padaku , ahh sudahlah

Saat istirahat anak sekelas langsung menghampirinya untuk berkenalan dengannya , aku langsung saja mengambil bekal ku dan memakannya di bangku sebelah dimas yang sedang memainkan handphonenya sambil senyum-senyum

"sms-an sama pacar ? gak ikut kenalan ? biasanya kalau ada cewek langsung di godaiin"

"ini masih PDKT blom pacaran jadi harus intensif sms-annya"

"ohh , yaudah "

Setelah selesai memakan makanan ku , tiba-tiba kepala ku sakit , pusing ada apa ini sambil terus memegang kepalaku ini aku mencoba berdiri

"kenapa ki , sakit ?"

Shinta yang melihat ku nampaknya sangat khawatir , dan sakit kepala ini berangsur-angsur mulai menghilang

"gak papa ko shin, dah gak sakit lagi"

Akhir-akhir ini entah kenapa kepala ku sering sakit dan pusing secara tiba-tiba dan langsung hilang begitu saja .

Pelajaran berakhir dan semuanya sudah bersiap-siap pulang , tapi aku tidak langsung pulang aku langsung pergi keruangan eskul ku , hari ini aku harus mengganti mading yang sudah seminggu belum diganti . setelah selesai dan aku pun berjalan menuju tepat parkir , tiba-tiba kepala ku pusing dan aku berjalan sambil menundukkan kepala , tapi tiba-tiba aku menabrak seseorang ketika kulihat kedepan sesosok tinggi dengan baju putih dan ternyata itu..

"kamu ngapain , jam segini masih disekolah ?"

"tadi habis masang mading dulu pak ."

Ternyata satpam sekolah yang sepertinya sedang berkeliling sekolah ingin mengunci kelas-kelas , dapat kuketahui dari kumpulan kunci yang dia pegang .

"hati-hati loh kalo udah gelap disini itu suka ada penampakan-penampakan gitu hiiihhh"

Satpam itu berbicara dengan nada seperti ingin menakut-nakuti , tapi sepertinya itu tidak berhasil karena aku orang yang tidak percaya dengan hantu dan hal-hal ghaib seperti itu lalu dengan ekspresi muka yang datar aku langsung pergi meninggalkanya , dia hanya tertawa kecil sambil kembali berjalan mengelilingi sekolah

Kukendarai motor matic ku menuju rumah jalan sudah sepi dan aku berjalan melewati sebuah lapangan besar dan tiba-tiba seorang perempuan menyebrang atau lebih tepatnya melompat didepanku , diikuti dua buah mahluk hitam besar yang sepertinya mengejar perempuan itu , aku berhenti dan langsung melihat perempuan itu mengeluarkan seperti sebuah katana dan mulai melawan dua buah mahkluk itu

Tapi ..

Setelah ku perhatikan dengan jelas aku seperti mengenal perempuan itu ,

Perempuan itu ..
.
.
.
.
"april..!!"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar